Angin sejuk gunung pun turun. Berhembus lembut, menyisir kerudung-kerudung putih yang menutupi caping-caping lebar yang dipakai tiga gadis belia itu. Gesekan melenking rumpun bambu di tepi sungai bengawan berharmoni dengan pekik gerombolan gagak hitam , mengiringi mereka untuk menyelesaikan menanam padi satu petak sawah sore itu. Ayahnya memegang tombak coklat yang terbuat dari kayu jati . Tombak itu dihujam-hujamkan ke tanah. Lanjut Baca »
Bagi kita mungkin yang setiap hari memakan nasi dan meminum air tidak pernah menghitung berapa harga sesungguhnya apa yang kita makan dan kita minum itu. Harga beras Rp. 8000/kg sebenarnya hanyalah ongkos tanam dari petani ditambah ongkos pengiriman dan laba. Apalagi bila dalam satu kg beras ada kurang lebih 50.000 bulir, maka harga sebulir beras menjadi Rp. 0.16, nyaris seolah tak berharga. Padahal, bila manusia harus memproses sendiri dari bahan dasar niscaya harganya tidak akan pernah terbeli, walaupun itu tepung sebesar zarrah. Begitu pula air, manusia hanyalah mengambil dari alam Lanjut Baca »
Ditulis dalam Pelajaran Hari ini | Tinggalkan sebuah Komentar »
Baik, aku akan menulis tentang hujan untukmu.
Bila kau Tanya aku tentang hujan. Maka aku akan menjawab bahwa hujan selalu mampu membawa kenangan masa laluku. Otakku seperti terpindai manakala aku dengar gemercik air yang turun dari langit itu. Mungkin kerena hujan membuat setiap orang, termasuk aku yang melangkah di jalan jadi terhenti, lalu berlari mencari pohon rindang atau teras gardu untuk berteduh. Dan saat itu yang bisa kulakukan hanyalah diam, melihat aliran air dan menunggunya berhenti. Dan saat diam itu, sesungguhnya pikiranku berlari kencang ke masa lalu, membawa kenangan-kenangan silam bersama hujan.
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Pelajaran Hari ini | 2 Komentar »
Bila kau rasa hidup seumpama ilalang di padang tandus, maka saat pagi pucuk-pucuk daunmu akan penuh bulir-bulir embun yang bening. Laksana kristal-kristal emas kemilau terang. Belalang, laba-laba, semut-semut akan selalu datang menemuimu untuk melepas dahaga. Kau bisa menjadi harapan hidup mahluk-mahluk itu Lanjut Baca »
Ditulis dalam Mutiara hidup | 2 Komentar »
Mohon maaf bila sering membaca tulisan tentang ini
Al-Qur’an kitab suci umat islam dan merupakan mu’zizat terbesar. Al-Qur’an adalah wahyu Allah, bukan hasil budaya atau karangan Nabi Muhammad SAW. Tidak ada keraguan didalamnya yang petunjuknya akan terus relevan sampai akhir zaman dan berlaku bagi semua manusia di bumi ini di manapun mereka berada berada, karena yang membuatnya adalah zat yang Maha Besar, Zat penguasa masa lampau dan masa depan, penguasa tunggal alam raya dan ilmu pengetahuan.
Bukti-bukti bahwa Al-Quran adalah wahyu Allah berhamparan didalam Al-Quran. Salah satunya adalah bagaimana Allah menceritakan kisah atau sejarah beberapa umat terdahulu di dalamnya. Sejarah itu sangat penting bagi kita untuk merancang dan membangun masa depan karena dengan sejarah, kita dapat mengambil pelajaran dan hikmah dari peristiwa-peristiwa yang telah terjadi. Namun bukan hanya itu, dengan melihat kisah-kisah di dalam Al-Quran ini, kita akan mengetahui bahwa sumber berita tentang sejarah ini pastilah dari Zat yang maha Besar dan penguasa Ilmu. Lanjut Baca »
Ditulis dalam Mutiara hidup | 1 Komentar »
Tulisan dimuat di harian Jawa Pos Radar Jember tanggal 30 Juli 2011 untuk menanggapi berita Maryam
Setiap masuk tahun ajaran baru selalu menjadi saat yang menakutkan bagi para orang tua dari ekonomi tidak mampu yang akan menyekolahkan anaknya, terlebih yang ingin kuliah. Biaya masuk seperti tidak terjangkau. Seperti Maryam yang diberitakan harus membayar 65 juta setelah diterima ITB lewat jalur SNMPTN tulis. Tidak bisa dipungkiri, untuk mendapatkan kualitas pendidikan yang bagus diperlukan biaya yag tidak murah karena dosen harus mendapatkan gaji yang layak, perpustakaan harus lengkap, laboratorium harus bagus.
Namun begitu PTN seperti ITB, UI, dan UGM dll, saat ini punya skema masuk yang bisa dijangkau oleh semua orang. Di ITB misalnya selain beasiswa bidik misi dan beaiswa ITB untuk semua yang memberikan uang pendidikan secara gratis dan bantuan biaya hidup selama 4 tahun, biaya masuk juga disesuikan dengan kamampuan orang tua, karena ada keringanan biaya 25% sampai 100% alias membayar semampunya. Kalo yang mampu ya bayar kalo ya tidak mampu ya tidak usah bayar. Terbukti Maryam setelah mengajukan keringanan dia tidak membayar Rp. 65 juta, begitu informasi yang saya dapatkan dari organisasi KMJB (Keluarga Mahasiswa Jember di Bandung).
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Mengejar Mimpi | 3 Komentar »
Dindingnya putih terbuat dari batu putih. Di dalamnya ada lebih dari 20 reaktor bersuhu ribuan derajat. Diatasnya mencorong tinggi menara gas yang menghembuskan gas dari gedung itu ke luar. Pintunya tertulis. “Awas gas beracun SO2, CO dan H2S”, gas-gas yang mematikan bukan hanya tikus atau mencit putih, tapi juga manusia. Di setiap pojok dan tepi dinding berdiri tegar tabung-tabung abu-abu dan bercat merah, diikat kuat rantai-rantai baja. Dilangit-langit ada corong penghisap, lengkap dengan mesin pendeteksi gas yang siap mengonggong bila ada kebocoran gas beracun.
Tak sembarangan orang bisa masuk. Dan memang masuk akal. Karena resiko mati lemas atau iritasi tenggorokan setelah menghirup gas beracun membayang-bayangi setiap orang yang masuk ke dalam lab itu. Itu adalah gambaran sederhana labku tempatku bekerja. Penuh material seram Lanjut Baca »
Ditulis dalam Mengejar Mimpi | Tinggalkan sebuah Komentar »
